Yang terjepit di dua dunia
Saya sempat terpana. Malam minggu, di cafe ternyata banyak anak
muda. Uniknya dari mereka yang banyak itu ada beberapa orang yang
berkerudung.
Ada yang berjilbab panjang dan ada juga yang berjilbab pendek.
Beberapa melilitkan ujung kerudungnya di leher. Pakaiannya dari yang
panjang, maupun pakai jeans dengan baju pendek yang bagian
belakangnya setiap saat siap naik ke atas saking pendeknya.
Ada yang hanya dengan teman wanita. Ada juga dengan teman prianya.
Dari yang duduk berjarak, hingga yang berhimpitan dengan tangan
saling menyentuh, berpegangan bahkan memeluk bahu. Di depan publik.
Sangat menyembung dengan beberapa aktivis muslimah yang seangkot
dengan saya beberapa saat sebelumnya. Mereka baru pulang kegiatan
dan ternyata perjalanan pulangnya masih panjang. Masisih barang 1-2
jam lagi. Wah, bisa jadi mereka tiba di rumah pukul 10 malam.
Kita berhadapan dengan wanita-wanita "Islam " masa kini. Mereka
jelas bukan wanita yang aktivitasnya cuma domestik, tapi penuh
dengan aktivitas publik. Mereka ingin berpakaian sesuai mode, namun
mereka juga mau pakai kerudung. Mereka begitu aktifnya hingga
kepantasan pulang malam, termasuk tempatnya jadi terabaikan.
Mereka terjepit di anatara dua dunia ..... yang sebenarnya tak bisa
dengan mudah dipertemukan .....
Saya hanya bisa mengamati dengan perasaan galau.
muda. Uniknya dari mereka yang banyak itu ada beberapa orang yang
berkerudung.
Ada yang berjilbab panjang dan ada juga yang berjilbab pendek.
Beberapa melilitkan ujung kerudungnya di leher. Pakaiannya dari yang
panjang, maupun pakai jeans dengan baju pendek yang bagian
belakangnya setiap saat siap naik ke atas saking pendeknya.
Ada yang hanya dengan teman wanita. Ada juga dengan teman prianya.
Dari yang duduk berjarak, hingga yang berhimpitan dengan tangan
saling menyentuh, berpegangan bahkan memeluk bahu. Di depan publik.
Sangat menyembung dengan beberapa aktivis muslimah yang seangkot
dengan saya beberapa saat sebelumnya. Mereka baru pulang kegiatan
dan ternyata perjalanan pulangnya masih panjang. Masisih barang 1-2
jam lagi. Wah, bisa jadi mereka tiba di rumah pukul 10 malam.
Kita berhadapan dengan wanita-wanita "Islam " masa kini. Mereka
jelas bukan wanita yang aktivitasnya cuma domestik, tapi penuh
dengan aktivitas publik. Mereka ingin berpakaian sesuai mode, namun
mereka juga mau pakai kerudung. Mereka begitu aktifnya hingga
kepantasan pulang malam, termasuk tempatnya jadi terabaikan.
Mereka terjepit di anatara dua dunia ..... yang sebenarnya tak bisa
dengan mudah dipertemukan .....
Saya hanya bisa mengamati dengan perasaan galau.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home